![]() |
| Wali Kota Bima saat terima penghargaan |
Dua penghargaan tersebut mencakup bidang Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan serta Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan. Evaluasi berkala yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri pada Batch II ini menitikberatkan pada empat klaster utama pembangunan regional, termasuk juga program perumahan serta pengelolaan lingkungan hidup.
Pada kategori layanan kesehatan, Kota Bima menempati peringkat pertama. Kota Mataram berada di posisi kedua, sedangkan Kota Kupang di posisi ketiga. Untuk kategori akses pendidikan, Kota Bima juga menjadi penerima penghargaan Terbaik I tingkat kota.
Wali Kota Bima H. A. Rahman, hadir mewakili Pemerintah Kota Bima dalam malam apresiasi tersebut. Ia didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima, Syahrial Nuryadin.
Mendagri Muhammad Tito Karnavian menjelaskan bahwa evaluasi ini bertujuan mengukur efektivitas kerja pemda. Sebagai stimulus peningkatan kinerja, Kemendagri memberikan total insentif Rp4 miliar kepada Kota Bima atas capaian di kedua sektor tersebut.
Hadir dalam acara penyerahan, Wali Kota Bima H. A. Rahman,menyatakan capaian ini akan dijadikan cetak biru (blueprint) untuk memperluas aksesibilitas pelayanan publik lainnya. Manajemen Pemkot Bima kini menghadapi tantangan untuk mempertahankan konsistensi mutu layanan pendidikan dan kesehatan di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat.
Bagi Kota Bima, tambahan insentif Rp4 miliar tersebut menjadi konsekuensi lain dari capaian kinerja di dua sektor pelayanan dasar. Penghargaan sekaligus menempatkan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan sebagai bagian penting yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan.(Red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.