![]() |
| Banjir meluap di pemukiman warga kelurahan Paruga kota bima |
Banjir
terjadi pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 16.35 WITA, setelah debit air sungai
Padolo meningkat signifikan hingga mencapai level Siaga I.
Informasi
dari akun facebook Jauhar Mahbub, menyampaikan ketinggian air di alur sungai tercatat
mencapai 4 meter 60 sentimeter pada batas ukur.
Sejumlah
wilayah terdampak cukup parah, terutama di bagian barat Kelurahan Paruga. Titik
terparah berada di area drainase yang meluap, yakni di RT 08, RT 09, dan RT 10.
Air
meluber ke permukiman warga dengan ketinggian bervariasi, bahkan di beberapa
titik mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa.
Kondisi
ini membuat aktivitas warga terganggu, terlebih karena terjadi di hari raya
yang seharusnya menjadi momen kebersamaan dan kebahagiaan. Sejumlah warga
terlihat berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah,
sementara lainnya hanya bisa bertahan di tengah genangan air.
Hingga
berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait jumlah kerugian maupun
korban terdampak. Namun, pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah
cepat untuk penanganan dan bantuan bagi warga yang terdampak banjir.
Banjir
yang kembali melanda kawasan ini menjadi pengingat akan pentingnya penanganan
serius terhadap persoalan drainase dan pengelolaan aliran sungai di Kota Bima,
agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan, bahkan di momen
penting seperti Lebaran.(red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.