![]() |
| Wali Kota Bima saat pengambilan sumpah jabatan lima pejabat hasil JPT |
Senin (12/1) Wali Kota Bima, H A. Rahman lantik lima Pejabat
Pimpinan Tinggi Pratama hasil seleksi JPT di Aula Maja Labo Dahu Kantor
Pemerintah Kota Bima.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Syahrial Nuryadin, Kepala Dinas
Koperindag, Ruslan, Kepala BKPSDM, Muhammad Mahdum, Kepala Dinas Pertanian,
Abdul Najir dan Sekretaris DPRD Kota Bima, Ihya Ghajali serta 7 orang pejabat
fungsional lainnya.
Wali Kota Bima dalam arahannya mengatakan bahwa pelantikan ini
bukanlah sekadar pengisian jabatan. Ia menegaskan pelantikan hari ini adalah
peneguhan amanah, penegasan tanggung jawab, dan penguatan komitmen kita semua
untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Bima.
Diingatkan pula kepada pejabat yang dilantik, bahwa jabatan
adalah amanah. Amanah dari negara, amanah dari pimpinan, dan yang paling utama,
amanah dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.
"Jabatan dapat menjadi berkah apabila dijalankan dengan
kejujuran, integritas, dan niat tulus melayani. Namun sebaliknya, jabatan juga
bisa menjadi mudharat, bahkan membawa penyesalan, apabila disalahgunakan,
diingkari, atau dijalankan tanpa tanggung jawab moral dan etika," tegas
Wali Kota mengingatkan para pejabat yang dilantik.
Oleh karena itu, sambungnya, ia meminta kepada seluruh pejabat
yang dilantik hari ini untuk benar-benar menyadari bahwa setiap kewenangan yang
saudara miliki akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya di hadapan hukum
dan masyarakat, tetapi juga di hadapan Allah SWT.
Wali Kota juga mengajak kepada seluruh ASN Kota Bima yang belum
mendapatkan kesempatan untuk dipromosikan, untuk tetap menjaga semangat
pengabdian.
"Perlu saya sampaikan secara jujur dan terbuka bahwa posisi
jabatan struktural jumlahnya terbatas, sementara ASN yang memiliki kompetensi,
dedikasi, dan keinginan untuk maju jumlahnya jauh lebih banyak,"
ungkapnya.
Ia menegaskan, belum terpilih atau belum dilantik hari ini bukan
berarti tidak mampu, bukan berarti tidak dipercaya, melainkan semata karena
keterbatasan ruang jabatan dan pertimbangan organisasi.
"Teruslah bekerja dengan sungguh-sungguh. Insyaallah,
setiap pengabdian yang dilakukan dengan ikhlas tidak pernah sia-sia," tuturnya.
Wali Kota menambahkan, sebagai aparatur sipil negara, wajib
mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku, menjunjung tinggi
etika birokrasi, serta menjaga marwah institusi pemerintah Kota Bima.
"Saya tegaskan bahwa jabatan bukanlah alat untuk dilayani,
melainkan sarana untuk melayani. Bukan untuk memperkaya diri, tetapi untuk
memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," ujarnya.
Menutup arahannya, Wali Kota menegaskan kembali bahwa ditengah
tantangan pembangunan dan keterbatasan fiskal, ia mengajak seluruh pejabat
struktural untuk menjaga kekompakan, memperkuat kolaborasi, dan membangun kerja
tim yang solid.
"Tidak ada ruang untuk ego sektoral, tidak ada tempat bagi
perpecahan. Kita hanya bisa maju jika bekerja bersama, seirama, dan saling
menguatkan," pungkasnya.
Acara pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota
Bima, Feri Sofiyan, Sekretaris Daerah Kota Bima, Dandim 1608/Bima, Kapolres
Bima Kota yang diwakili oleh Kabag Ops, para Asisten, Staf Ahli Wali Kota,
Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Lurah.(red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.