Notification

×

Iklan

Iklan

Banjir Rob Dampak dari Fase Bulan Purnama Atau Super Full Moon

| Jumat, Juni 17, 2022 WIB Last Updated 2022-06-17T02:38:01Z
Banjir rob di kawasan Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima

Bima, JangkaBima.com.-

Naiknya muka air laut hingga sebabkan banjir rob disejumlah wilayah pesisir Kabupaten dan Kota Bima beberapa hari terakhir, merupakan dampak dari fenomena Super Full Moon yaitu fase Bulan Purnama.


Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Satria Topan Pribadi, S.Si pada media ini menyampaikan, naiknya muka air laut saat ini adalah akibat pengaruh dari angin yang berhembus konsisten dengan kecepatan cukup tinggi hingga 46 km/jam di beberapa perairan di Indonesia.


Kemudian mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang utamanya di Laut Jawa, Laut Sawu, Laut Flores, Laut Banda, dengan ketinggian gelombang mencapai 2.0 meter dan di Perairan barat Sumatera, Perairan selatan Jawa hingga NTT, Laut Arafuru dengan ketinggian gelombang mencapai 3.0 meter. 


Berdasarkan citra satelit altimetri, tinggi muka air laut menunjukkan adanya anomali positif yang berpotensi menyebabkan banjir pesisir lebih tinggi. 


Tambah Topan, bersamaan dengan itu, adanya fenomena Super Full Moon yaitu fase Bulan Purnama yang bersamaan dengan fase Pasang Air Laut Tertinggi pada tanggal 14 Juni 2022 berpotensi menyebabkan terjadinya peningkatan ketinggian pasang air laut. 


Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi tejadi di wilayah pesisir Bima dan Dompu pada periode 13 – 17 Juni 2022, diantaranya, wilayah Pesisir Perairan Utara Bima dan Dompu , wilayah Pesisir Perairan Selatan Bima dan Dompu.


" imbauan pada masyarakat potensi banjir pesisir (rob) diprediksi berlangsung dengan waktu yang berbeda di tiap wilayah," ungkapnya.


Kondisi ini secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di Pelabuhan, aktivitas masyarakat terganggu, air banjir memasuki pemukiman warga, kerusakan pada tambak garam dan perikanan darat. 


Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Maksimum Air Laut serta memperhatikan update informasi dari BMKG. Bagi masyarakat 

yang hendak memperoleh informasi terkini, bisa langsung diakses melalui BMKG wilayah Bima.(JB06)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.