-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Krisis Semen di Kota Bima: Harga Melambung Akibat Kelangkaan Pasokan dan Kendala Transportasi Laut

| Kamis, November 05, 2026 WIB Last Updated 2026-11-05T00:26:38Z

 

Ilustrasi 
Kota Bima,JangkaBima.- Kota Bima tengah menghadapi kelangkaan komoditas semen yang memicu lonjakan harga di tingkat eceran. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kota Bima, krisis pasokan ini disebabkan oleh kombinasi kendala distribusi kapal laut serta penurunan kuota dari pihak pabrik.


​Sidak yang dipimpin oleh Kepala Koperindag melalui Kepala Bidang Perdagangan, H. Sodiq, dilaksanakan ke sejumlah gudang pada 30 Oktober, dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke tingkat toko pada 2 November.

​

Dari hasil penelusuran lapangan, kelangkaan semen di Kota Bima berakar dari beberapa kendala logistik dan distribusi utama, diantaranya ​kendala transportasi laut.


Masalah utama yang dihadapi distributor adalah kendala pengiriman via kapal laut akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang membuat biaya angkut meningkat. 


Selain itu, minimnya muatan balik (muatan kosong dari Bima) membuat sebagian operator kapal enggan mengangkut semen. Meskipun saat ini telah diperoleh armada kapal dengan biaya yang lebih murah, distribusi belum sepenuhnya pulih.


Akibat kurangnya pasokan kemudian pembuat distributor terpaksa ​membatasi kuota dan itu terjadi seluruh semen, sehingga ada kenaikan harga ditingkat toko material.


Tambah H Sodiq, dari hasil sidak juga diketahui, untuk semen Tiga Roda  mengalami kendala pengiriman sejak September hingga Oktober akibat hambatan kapal.


Sementara Bosowa stok terpantau kosong sejak Agustus hingga Oktober. Hal ini dipicu oleh kekurangan stok dari pabrik dan juga terjadi di wilayah Mataram, di mana pihak produsen sementara waktu memprioritaskan pasokan untuk memenuhi kebutuhan Pulau Lombok.


Semen Tonasa ​stok langsung habis seketika begitu diturunkan di lokasi peninjauan, sementara semen Conch dilaporkan mengalami kelangkaan sejak bulan September akibat masalah distribusi kapal yang sama.

​

Dampak kelangkaan ini dirasakan langsung oleh konsumen dan pedagang eceran. Di tingkat distributor, harga tebus mengalami kenaikan. Semen Tiga Roda  harga sebelumnya berkisar Rp70.600 kini naik menjadi Rp72.100


​Sementara itu, harga jual di tingkat toko melonjak lebih tinggi akibat rantai pasok yang tersendat dan biaya tambahan operasional bisa dikisaran Rp80.000/zak.


​Lonjakan harga eceran ini turut dipicu oleh tingginya biaya operasional tambahan. Para pemilik toko harus mengeluarkan biaya ekstra akibat lamanya waktu antrean saat mengambil pasokan semen di tengah situasi yang terbatas ini.

​

Untuk menyiasati stok yang menipis, distributor terpaksa melakukan pembatasan atau penjatahan (kuota) kepada toko-toko pengecer. ​Dalam kondisi normal, sebuah toko dapat memasok 200 hingga 1.000 zak semen.


​Kini, di tengah situasi langka, toko-toko hanya diberikan jatah sekitar 600 zak per minggu. ​Bahkan, dengan kuota yang terbatas tersebut, sebanyak 200 zak yang dikirimkan ke toko seringkali langsung habis seketika karena tingginya permintaan masyarakat.


​Pihak Koperindag Kota Bima terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan distribusi dapat segera normal kembali dan meminimalisir dampak lanjutan bagi sektor konstruksi lokal.(Red)

#semen #langka #kotabima

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.