-->

Notification

×

Iklan

Iklan

​Sinergi Lintas Sektor: Pemkot Bima Bersama BWS NT 1 Bedah Solusi Penanganan Banjir Berbasis Hulu

| Kamis, Oktober 29, 2026 WIB Last Updated 2026-10-29T11:36:08Z
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Drs. Mukhtar Landa
​KOTA BIMA,JangkaBima. — Pemerintah Kota Bima mengambil langkah proaktif dalam meredam ancaman banjir tahunan. Melalui Focus Group Discussion (FGD) Pengendalian Banjir yang dihelat di Aula Hotel Marina Inn, Kamis (29/10/2026), Pemkot Bima memperkuat kolaborasi lintas instansi untuk membedah penanganan komprehensif, khususnya di kawasan hulu yang dinilai menjadi titik krusial.

​Forum strategis ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Drs. Mukhtar Landa, M.H. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis—di antaranya Plt. Inspektur, Kepala BPKAD, Kepala BAPPEDA, Kepala DPMPTSP, Kadis Koperindag, Kadis PUPR, Kadis Perkim, Kalak BPBD—serta para camat, lurah, dan pemangku kepentingan terkait.


​Dalam sambutannya, Mukhtar Landa memberikan apresiasi tinggi kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) NT 1 dan Technical Support Consultant (TSC) atas inisiatif dan pengguliran program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) di Kota Bima. Menurutnya, persoalan banjir tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan menuntut perencanaan matang yang menyentuh akar permasalahan di kawasan hulu.


​"Atas nama Pemerintah Kota Bima, kami menyampaikan apresiasi kepada BWS Mataram dan TSC melalui program NUFReP. Kami optimis inisiatif ini memberikan kontribusi nyata bagi mitigasi banjir di daerah kita," ujar Mukhtar di hadapan para peserta.


​FGD ini dirancang bukan sekadar seremoni diskusi, tetapi sebagai dapur perumusan langkah taktis. Pembahasan difokuskan pada pemetaan lokasi pekerjaan di kawasan hulu, validasi kondisi riil di lapangan, serta identifikasi dini terhadap potensi hambatan pembangunan.


​Sejumlah isu krusial yang dibahas secara mendalam meliputi, aspek teknis dan lingkungan, aspek sosial dan lahan serta penguatan peran multipihak.


​Melalui forum ini, Pemkot Bima menargetkan tercapainya kesepahaman pola koordinasi yang solid agar setiap tahapan konstruksi di lapangan berjalan tanpa hambatan berarti.


​Menutup arahannya, Mukhtar Landa mengajak seluruh peserta agar memanfaatkan forum interaktif tersebut secara maksimal guna menyuarakan kondisi objektif di wilayah masing-masing. Ia menekankan bahwa keberhasilan mega-proyek mitigasi ini sangat bergantung pada komitmen bersama dan sinergi yang terbangun sejak fase perencanaan.


​Dengan terintegrasi nya program NUFReP dan komitmen kuat seluruh elemen pemerintahan, Pemerintah Kota Bima berharap upaya mitigasi banjir tidak hanya mampu meminimalisasi risiko bencana, tetapi juga menghadirkan ketahanan wilayah jangka panjang yang berkelanjutan bagi masyarakat.(Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.