-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Bukan Sekadar Gizi, Musim Kemarau DPPKB Kota Bima Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Keluarga Rentan

| Rabu, Oktober 28, 2026 WIB Last Updated 2026-10-28T08:35:12Z
Kepala DPPKB Kota Bima saat ikut saluran air bersih di Kelurahan Nitu 
Kota Bima, JangkaBima.com.- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bima menyalurkan bantuan air bersih kepada keluarga sasaran Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kelurahan Nitu, Kecamatan Raba, Rabu (28/10/2026). 


Bantuan ini menjadi salah satu upaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendorong percepatan penurunan stunting.


Penyaluran bantuan dipimpin langsung Kepala DPPKB Kota Bima, H. Ichwanul Muslimin, bersama Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).


Ichwanul menjelaskan, bantuan tersebut bersumber dari anggaran program Orang Tua Asuh Cegah Stunting (OTA) pada Balai Penyuluh KB. Program ini merupakan bagian dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang mengedepankan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam mendukung keluarga berisiko stunting.


Menurutnya, intervensi pencegahan stunting tidak cukup hanya melalui pemenuhan kebutuhan gizi. Ketersediaan air bersih dan lingkungan yang sehat juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.


“Air bersih sangat penting untuk menjaga kebersihan diri, mengolah makanan, serta mencegah penyakit di lingkungan rumah tangga,” ujarnya.


Ia mengungkapkan, berdasarkan data per Juli 2026, Kelurahan Nitu tercatat memiliki 19 Keluarga Risiko Stunting dan 28 anak mengalami stunting. Data tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan berbagai program pencegahan dan penanganan stunting di wilayah tersebut.

Penyaluran bantuan air bersih dinilai semakin relevan di tengah musim kemarau, ketika pemenuhan kebutuhan air sehari-hari dapat menjadi tantangan bagi masyarakat. 


Selain menyasar keluarga berisiko stunting, bantuan juga diberikan kepada keluarga lain yang membutuhkan.


Ichwanul menegaskan, akses terhadap air bersih berkaitan erat dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Penggunaan air yang layak dapat membantu mengurangi risiko penyakit, termasuk diare, yang berpotensi mengganggu penyerapan zat gizi dan berdampak pada tumbuh kembang anak.


“Bantuan ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga bagian dari upaya pencegahan stunting melalui perbaikan kualitas lingkungan dan peningkatan kesadaran keluarga tentang pentingnya kebersihan,” jelasnya.


Ia berharap, program yang didukung anggaran OTA Balai Penyuluh KB tersebut dapat memperkuat semangat gotong royong dalam Gerakan Genting, sehingga semakin banyak keluarga yang memperoleh dukungan sesuai kebutuhan mereka.


Melalui kolaborasi berbagai pihak, DPPKB Kota Bima optimistis upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih optimal. Pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk akses air bersih, diharapkan membantu keluarga membangun lingkungan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.(Red)

#stunting #dppkab #kotabima #airbersih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.