-->

Notification

×

Iklan

Iklan

DLH Kota Bima Gandeng Lintas Elemen Tanam Mangrove di Pesisir Lawata-Ni’u

| Jumat, Oktober 02, 2026 WIB Last Updated 2026-10-02T11:09:51Z
Kegiatan penanaman mangrove di pesisir Ama hami
Kota Bima, JangkaBima.com.- Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan sejumlah elemen berkolaborasi  melakukan penanaman mangrove di kawasan pesisir Pantai Lawata dan Ni’u, Jumat (2/10/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya rehabilitasi kawasan pesisir sekaligus mendorong keterlibatan berbagai elemen dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan pantai.


Penanaman mangrove dihadiri Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan dan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bima, pimpinan BUMN dan instansi vertikal, perguruan tinggi, organisasi perangkat daerah (OPD), camat dan lurah, kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Bima, komunitas lingkungan serta komunitas trabaser.


Kepala DLH Kota Bima, Syahrial Nuryadin, mengatakan keberadaan mangrove memiliki fungsi penting bagi kawasan pesisir. Selain membantu menjaga garis pantai, mangrove menjadi habitat berbagai biota sekaligus bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem.


Menurut Syahrial, kegiatan penanaman tidak boleh berhenti pada agenda penanaman bibit. Pemeliharaan menjadi bagian penting agar mangrove yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.


“Menanam itu penting, tetapi merawat jauh lebih penting. Mari kita pastikan mangrove yang kita tanam hari ini dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” ujarnya.


Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, persoalan lingkungan membutuhkan kerja bersama karena pemerintah tidak dapat menjalankan seluruh agenda pelestarian lingkungan secara sendiri.


Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kawasan pesisir “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi, gotong royong dan kepedulian seluruh elemen masyarakat,” kata Feri.


Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit mangrove secara bersama-sama di kawasan pesisir Lawata dan Ni’u.


Pemkot Bima berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda simbolis, tetapi berlanjut dengan pemeliharaan tanaman dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan serta kelestarian kawasan pesisir.


Selain rehabilitasi ekosistem, gerakan tersebut juga diarahkan untuk mendorong masyarakat menjaga kawasan pantai, termasuk mengurangi kebiasaan membuang sampah ke laut.


Bagi pemerintah daerah, keberhasilan program penanaman mangrove pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi dari kemampuan menjaga tanaman tersebut hingga tumbuh dan memberi manfaat bagi kawasan pesisir Kota Bima.(Red)

#DLHKotaBima #TanamMangrove #JagaPesisir #KolaborasiLingkungan #GotongRoyong #KotaBimaBISA #BersihIndahSehatDanAsri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.