![]() |
| DPPKB Kota Bima menggandeng Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (OTA Genting) untuk menyerahkan paket bantuan sarana sanitasi |
Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam menyasar Keluarga Berisiko Stunting (KRS) melalui perbaikan lingkungan tempat tinggal.Kepala DPPKB Kota Bima, H. Ichwanul Muslimin, menjelaskan bahwa intervensi kali ini difokuskan pada penyediaan fasilitas air bersih dan sanitasi yang memenuhi standar kesehatan. Bantuan fisik yang disalurkan mencakup pengadaan mesin pompa air, pemasangan instalasi keran, serta rehabilitasi total jamban sehat.
"Untuk perbaikan jamban, kami menyalurkan material lengkap mulai dari pintu WC galvalum, keramik, semen, pasir, hingga cat," urai Ichwanul.
Ada hal menarik dari aksi sosial ini. Seluruh bantuan yang disalurkan tidak bersumber dari anggaran formal, melainkan hasil swadaya kolektif. Gerakan ini digerakkan oleh jajaran pegawai Balai Penyuluhan KB Kecamatan Asakota, pihak Kelurahan Melayu, kecamatan, serta para mitra kerja terkait.
"Langkah ini menjadi bukti nyata kepedulian bersama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tujuan utamanya jelas, menurunkan angka stunting secara signifikan di Kota Bima," tambah Ichwanul.Hingga saat ini, gerakan OTA Genting di Kota Bima telah mencatatkan capaian intervensi yang cukup luas, meliputi, edukasi stunting sebanyak 811 KRS, pemberian nutrisi 220 KRS dan pembangunan jamban sehat 3 KRS serta akses air bersih 1 KRS.
Mewakili suaminya, istri Imran menyampaikan rasa syukur dan bahagianya atas kepedulian yang ditunjukkan oleh pemerintah dan organisasi penunjang.
Menurutnya, bantuan ini sangat meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kelayakan fasilitas hidup mereka sehari-hari.(Red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.