![]() |
| Pawai rimpu Mantika |
Puluhan ribu masyarakat memadati sepanjang rute pawai, menciptakan pemandangan spektakuler yang dipenuhi kain tenun khas Bima serta semangat kebersamaan.
Kegiatan budaya tahunan ini mengambil titik start dari Lapangan Paruga Nae dan berakhir di halaman istana bersejarah Asi Mbojo. Sejak pagi, antusiasme warga sudah membuncah. Ribuan peserta berjalan bersama, menampilkan kecintaan mendalam terhadap warisan budaya leluhur Bima.
Rombongan terdepan dipimpin langsung oleh Wali Kota Bima, H Arahman bersama istri dan Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan beserta istri serta Turut hadir, Wakil Gubernur NTB, Hj Indah Damayanti Putri, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta tamu penting lainnya yang ikut berjalan kaki bersama rakyat.
Sepanjang perjalanan, beragam corak dan motif Tembe Nggoli memanjakan mata warga yang memadati sisi jalan. Para peserta perempuan tampil anggun dengan balutan Rimpu, busana tradisional perempuan Bima yang menggunakan dua lembar kain tenun untuk menutup kepala dan badan. Kota Bima pun seolah menjelma menjadi panggung budaya raksasa di ruang terbuka.
Pawai Rimpu Mantika terasa semakin istimewa dengan kehadiran ribuan kaum pria yang tampil kompak mengenakan pakaian adat khas Bima. Mereka berjalan gagah dan penuh wibawa dengan balutan busana tradisional yang sarat makna.
Kemeriahan semakin lengkap dengan partisipasi aktif berbagai paguyuban nusantara yang menetap di Kota Bima. Dengan mengenakan busana khas Bima, kehadiran mereka menjadi simbol persatuan serta rasa memiliki terhadap budaya Mbojo yang kini semakin dikenal luas.
Tak ketinggalan, satuan Brimob juga turut ambil bagian dalam barisan pawai, memperlihatkan dukungan seluruh elemen terhadap pelestarian tradisi daerah.
Aksi nyata “Pasukan Kuning” di barisan terakhir mendapat apresiasi khusus dari masyarakat adalah kehadiran petugas kebersihan di barisan paling belakang. Sebagai garda terdepan penjaga keasrian kota, mereka setia menyisir sisa-sisa sampah yang mungkin tertinggal di sepanjang rute pawai.
Kehadiran rombongan ini menjadi penutup yang penuh makna, Petugas Kebersihan, memastikan jalanan tetap bersih usai puluhan ribu peserta melintas.
Edukasi Lingkungan, menjadi pesan nyata bahwa festival budaya dapat berjalan meriah tanpa meninggalkan sampah. Langkah tersebut sejalan dengan konsep eco-green yang diusung Pemerintah Kota Bima, menjadikan pesta budaya tetap ramah lingkungan dan tertata rapi.
Doorprize menggiurkan di garis finish setibanya di halaman Asi Mbojo, suasana pesta rakyat semakin terasa. Panitia menyiapkan panggung utama dengan hiburan meriah dan momen paling ditunggu masyarakat, yakni pengundian doorprize fantastis.
Hadiah yang disiapkan antara lain, hadiah utama: sejumlah unit sepeda motor Hadiah hiburan: berbagai peralatan elektronik dan hadiah menarik lainnya Pawai Rimpu Mantika tahun ini diketuai oleh Firdaus, Ketua STIE Bima, bekerja sama dengan seluruh unsur pendukung, termasuk BUMN, sponsor, aparat keamanan, serta berbagai elemen masyarakat.
Event budaya ini juga semakin membanggakan karena telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), kalender event nasional Kementerian Pariwisata. Status tersebut menjadikan Rimpu Mantika sebagai magnet wisata budaya yang memperkuat identitas Bima di panggung nasional maupun internasional.
Pemerintah berharap melalui gelaran ini, ekonomi kreatif masyarakat, khususnya para pengrajin tenun lokal, terus tumbuh. Rimpu bukan sekadar busana, melainkan mahkota budaya yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.(Red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.